Yaybahar, Alat Musik Asal Turki

Yaybahar, Alat Musik Asal Turki -  Manusia terlahir sebagai makhluk cerdas yang punya kemampuan untuk menciptakan temuan-temuan baru. Selain itu, kehidupan manusia yang tidak bisa lepas dari musik menjadikan mereka mampu menciptakan alat musik baru.

Yaybahar Alat Musik Asal Turki

Itulah yang dialami oleh seorang pria bernama Gorkem Sen yang berasal dari Istambul, Turki. Gorkem Sen mampu menciptakan sebuah alat musik baru yang terbilang unik, atau bahkan bisa disebut aneh. Alat musik tersebut kemudian diberi nama Yaybahar.



Jika dilihat secara sekilas, alat musik bernama Yaybahar ini tampak seperti gabungan antara beberapa benda dan alat musik seperti ketapel, rebana, dan biola.

Namun, setiap bagian dari alat musik ini bisa mengeluarkan bunyi yang berbeda dan dimainkan dengan cara yang berbeda pula. Sementara, utamanya alat musik ini dimainkan dengan cara digesek layaknya biola.

Instrumen senar murni akustik ini bahkan sekilas menghasilkan bunyi layaknya synthesizer. Selain dipetik, ada pula drum yang harus dipukulnya pada bagian kaki.

Belum pernah melihat alat musik unik bernama Yaybahar? Simak video berikut ini!



(Wisata Turki)

Menabur Gandum Di Gunung, Turki

Menabur Gandum Di Gunung, Turki - Mengapa masyarakat Turki menaburkan gandum di puncak bukit pada musim dingin?

Tradisi pada masa Khilafah Umar Bin Abdul Aziz masih tetap dilakukan oleh masyarakat Turki.



Kaum muslimin di Turki menaburkan gandum di puncak bukit di musim dingin untuk memberi makan burung yang kelaparan. Tradisi yang sudah mereka lakukan lebih dari 1200 tahun, yaitu sejak masa Khalifah Umar bin Abdul Aziz yang memerintahkan mereka pertama kali melakukan hal tersebut.

Dalam catatan sejarah, Khalifah Umar Bin Abdul Aziz pernah mengatakan: "Tebarkanlah gandum di puncak-puncak bukit, agar tidak ada burung yang kelaparan di negeri kaum Muslimin..."(Wisata Turki)

Kumis bagi Orang Turki

Kumis bagi Orang Turki - Bila para ladies gemar sekali berwisata belanja ke Singapura dan wisata kecantikan ke Thailand, lain halnya dengan kaum adam. Baru-baru ini muncul tren wisata unik dan sangat menarik di  Negara Turki yang saya dapatkan salah satu website di internet. Dan lebih menariknya lagi tren wisata yang satu ini hanya boleh diikuti oleh para pria.

Apa alasannya? Alasannya adalah karena tren wisata ini diberi nama wisata ‘ketampanan’. Kedengaranya aneh tapi tetap saja unik dan hanya ada di Turki. Namanya saja wisata ‘ketampanan’ berarti tren wisata yang satu ini tak bisa diikuti oleh para wanita. Dan memang banyak pria dari berbagai penjuru dunia penasaran dan ingin mencobanya.



Tren wisata ‘ketampanan’ di Turki ini sudah pasti melibatkan para dokter bedah untuk melakukan operasi transplatasi rambut kumis. Selain kumis, para wisatawan yang datang juga ingin menambahkan cambang bagian wajahnya. Seorang dokter Turki mengaku kini hampir dua puluh lima persen dari pekerjaannya adalah pekerjaan yang berkaitan dengan pembedahan transplatasi kumis dan cambang. Dan sebagian besar pasiennya adalah para wisatawan pria yang berasal dari luar Negara Turki.

Tren wisata ‘ketampanan’ dengan cara  transplatasi kumis dan cambang ini muncul pada tahun 2000 dan hingga kini masih sangat popular. Di Turki sendiri, rambut yang lebat adalah symbol status dan tanda kejantanan  dan kekuatan pria . Selain itu, kumis dan cambang yang lebat dan indah adalah symbol maskulinitas. Jika pria tidak memiliki kumis dan cambang, ia akan mengalami kesulitan dalam bersosialisasi dengan masyarakat sekitar, kata sebagian besar orang Turki. Dari sekian banyak wisatawan yang berminat operasi transplatasi rambut untuk kumis dan cambang, turis dari Arab adalah peminat terbesarnya. Seperti yang kita tahu bahwa Turki dan Arab memiliki latar kebudayaan yang hampir sama.

Pasien dari Arab yang datang ke dokter bedah di Turki rata-rata berjumlah 50 orang setiap harinya. Bahkan lebih menariknya lagi ada sejumlah agen wisata yang menyediakan jasa paket pemasangan kumis dan cambang bagi para peserta tour-nya. Soal biaya, tiap pasien harus membayar sekitar 1.400 Poundsterling atau setara dengan 21,8 juta rupiah. Wow, cukup mahal ya. Tarif ini sudah termasuk biaya akomodasi menginap selama 4 hari, yaitu lamanya prosedur transplatasi kumis dan cambang. Sepertinya saya perlu mencobanya Karena saya sangat penasaran dengan penampilan baru saya yang berkumis dan bercambang. (Wisata Turki)

Gulat Unta di Turki

Gulat Unta di Turki - Turki menjadi destinasi pilihan wisatawan karena budayanya yang khas Timur Tengah. Selain itu, keunikan budaya yang dimiliki Turki juga menyumbang sekian banyak turis yang mengunjungi Negara ini.


Salah satu keunikan budaya Turki adalah Gulat Unta Turki. Kebudayaan ini merupakan olahraga yang sudah menjadi budaya di daerah pantai barat Turki. Unta yang dipertandingakan khusus unta jantan, yang selanjutnya akan berkompetisi di stadion.

Sebelum bertanding, unta-unta jantan akan dihiasi terlebih dahulu. Hiasannya terdiri dari kain bercorak, pelana yang diukir, dan lonceng. Acara gulat unta biasanya juga disertai dengan musik dan tari.

Bukan hanya untanya yang dihias, para pemilik unta juga berdandan dengan memakai topi, syal, jaket, celana dan sepatu bot. Pada malam sebelum turnamen, panitia menggelar sebuah pesta untuk para pemilik unta dan pecinta gulat dimana mereka bisa bertemu teman-teman baru dan kenalan lama sambil menikmati hidangan yang ada.

Unta adalah hewan yang tidak pernah bertarung. Untuk bertanding gulat, para unta harus dibujuk terlebih dahulu oleh relawan. Maka jangan heran, jika gulat unta jadi lebih mirip acara komedi yang dilakukan oleh para unta.

Tradisi ini digelar ketika musim kawin tiba. Untuk memancing emosi sang jantan, unta betina akan dikeluarkan terlebih dahulu bak foto model untuk menarik perhatian sang jantan. Tak jarang adegan lucu terjadi saat unta tidak mau bertarung dan lari dari arena.

Pertandingan ini berdurasi 10 menit. Selama ini tercatat, tidak ada unta yang cedera dalam festival gulat ini. Poin yang didapat dari kompetisi ini bukan hanya pemenang gulat, tapi juga tampilan si unta yang sudah dihias semenarik mungkin.(Wisata Turki)

Cara Masyarakat Turki Rayakan Idul Fitri

Cara Masyarakat Turki Rayakan Idul Fitri - Tak kalah uniknya dengan tradisi-tradisi Lebaran yang ada di Indonesia, masyarakat di Turki pun memiliki beberapa tradisi khusus untuk merayakan Idul Fitri.

Beragam cara dilakukan oleh umat muslim di berbagai belahan dunia untuk merayakan Idul Fitri. Di Indonesia misalnya, tiap Lebaran tiba masyarakat biasa menerapkan tradisi-tradisi seperti sungkeman, makan ketupat, atau memberikan 'salam tempel'.


Tak kalah uniknya dengan tradisi-tradisi lebaran yang ada di Indonesia, masyarakat di Turki pun memiliki beberapa tradisi khusus untuk merayakan Idul Fitri. Ingin tahu seperti apa?

Berikut beberapa tradisi unik masyarakat Turki dalam merayakan Idul Fitri yang dihimpun Dream dari berbagai sumber.

Salat Idul Fitri hanya dilakukan Kaum Pria
Jika saat Idul Fitri masyarakat Indonesia baik pria maupun wanita berbondong-bondong datang ke masjid atau lapangan untuk melaksanakan salat Idul Fitri. Maka berbeda halnya dengan tradisi masyarakat Turki. Di negeri sufi itu tiap hari raya Idul Fitri hanya kaum prianya saja yang berangkat ke masjid untuk menunaikan salat Id, sementara kaum prempuan tetap tinggal di rumah.


Baca Juga :


Tradisi sungkem ala Turki
Saat Idul Fitri, masyarakat Turki juga punya kebiasaan untuk saling berkunjung ke tempat keluarga maupun kerabat dan saling mengucapkan selamat dengan kata-kata Bayraminiz Mubarek Olsun yang kurang lebih berarti 'selamat hari raya Idul Fitri'. Keluarga-keluarga di Turki juga sangat menekankan tradisi sungkem, yakni cium tangan terhadap orang yang lebih tua.

Seker Bayram
Lebaran di Turki selalu identik dengan seker bayram, yakni festival gula. Saat Idul Fitri, semua rumah di Turki akan menyajikan hidangan atau jajanan yang serba manis, seperti permen dan cokelat. Idul Fitri juga menjadi momen yang paling ditunggu-tunggu oleh anak-anak di Turki. Anak-anak di Turki punya kebiasaan berkeliling ke rumah-rumah tetangga untuk mengucapkan selamat Idul Fitri sambil membawa kantung gula-gula, dan sebagai balasannya mereka akan mendapat permen, cokelat atau jajanan tradisional Turki seperti baklava dan turkish delight.

Bayramlik
Sama seperti kebanyakan orang di Indonesia, saat Idul Fitri masyarakat Turki juga akan mempersiapkan dan mengenakan pakaian baru atau pakaian terbaik mereka yang disebut bayramlik.

Ziarah
Masyarakat Turki juga punya tradisi berziarah ke makam keluarga saat hari raya Idul Fitri. Tradisi ini merupakan tradisi wajib dan biasanya dilakukan sepulangnya mereka dari salat Idul Fitri di masjid.

Pergelaran musik hingga penggalangan dana
Perayaan bayram atau Idul Fitri di Turki biasanya juga dimeriahkan dengan adanya pergelaran musik dan seni tradisional seperti Caragoz dan Hacivat. Desa-desa di Turki juga akan terlihat begitu semarak dengan hiasan lampu berwarna-warni di berbagai sudut. Tak hanya itu, beragam acara penggalangan dana juga dilakukan saat Idul Fitri untuk membantu masyarakat yang kurang mampu.(Wisata Turki)

Travelling di Turki

Travelling di Turki -  Turki terkenal negara kaya kebudayaan dan sejarahnya. Untuk travelling nyaman di Turki, Anda perlu memahami beberapa hal.

Dari sejarah, budaya hingga gaya hidup bisa disaksikan dengan jelas di Turki. Anda bisa mengeksplorasi tempat-tempat yang menarik untuk membuat travelling ke Turki menjadi tak terlupakan.



Berikut tips travelling ke Turki dilansir Themuse :

Tahu sedikit tentang Turki

Tidak semua orang di Turki bisa berbahasa Inggris, terlebih di kota-kota kecil. Sebaiknya Anda mengetahui sedikit kata-kata penting dalam bahasa Turki. Karena dengan begitu, penduduk akan senang membantu Anda. Bahkan menawarkan keramahan yang tidak diduga.

Cicipi kuliner

Di Turki Anda bisa mendapatkan berbagai makanan, bahkan untuk kaum vegetarian. Makanan Turki juga bervariasi tergantung pada masing-masing wilayah. Namun perlu mencicipi kuliner Turki yang beragam. Meski demikian, harus menyesuaikan porsi setiap makanan. Terlebih jika berpetualang mencicipi seluruh kulinernya.

Berpakaian stylish

Umumnya para perempuan di Turki sangat fashionable. Meski ada yang menggunakan hijab, ada juga yang berpakaian dengan rok pendek dan sepatu hak tinggi. Apapun yang mereka pakai, mereka sangat memperhatikan penampilan.

Jika ingin berbaur dengan penduduk setempat, Anda juga harus membuat gaya sendiri. Namun harus respek pada kebudayaan setempat. Jika pergi ke masjid, harus menutupi rambut.

Sambangi beberapa kota

Beberapa kota di Turki terkenal dengan ciri khas masing-masing. Istanbul adalah kota tua, Ankara untuk pusat birokrasi, Izmir adalah kota tua dengan penagruh Yunani. Tetapi masih banyak kota lain yang bisa Anda kunjungi.

Mardin dan Hatay di tenggara Turki menawarkan pengetahuan tentang Turki dari perspektif sehari-hari. Mardin menawarkan sekilas kehidupan negara itu, sedangkan Haytay menawarkan wawasan ke dalam era yang berbeda dengan cara-cara yang dilakukan di Turki zaman dahulu.

Memahami budaya Turki

Anda harus bisa memahami budaya Turki yang mungkin berbeda dari tempat asal Anda. Turki kerap dianggap sebagai negara Muslim. Tetapi sebagian besar kota di Turki sangat liberal dan memberikan orang-orang memilih mereka memutuskan untuk menerapkan aturan Islam atau tidak. Namun Anda juga harus tahu bahwa budaya di Turki fokus pada harga diri dan kehormatan. Sehingga Anda harus berhati-hati ketika berbicara soal politik dan tahu masalah mana yang sensitif untuk dibahas saat mengobrol.


Belajar sejarah Turki

Sebagai salah satu daerah tertua di dunia, Turki adalah negara yang tepat untuk Anda belajar sejarah. Anda bisa mempelajari tentang Dinasti Seljuk, Mongol dan Ottoman yang berperan besar dalam pembentukan sejarah Turki. Turki juga menjadi tempat yang bagus untuk berwisata kuliner, sejarah, budaya dan gaya.(Wisata Turki)

Marmaris, Pilihan Lain Berlibur di Turki

Marmaris, Pilihan Lain Berlibur di Turki - Marmaris tujuan wisata di Turki. Memiliki tempat indah bisa menjadi opsi Turki memanjakan turis dunia.

Ada beberapa alasan Marmaris begitu memanjakan turis mancanegara yang berkunjung. Di sini, terdapat pantai berpasir putih yang indah, sehingga turis dapat berfoto dengan latar pemandangan menakjubkan.

Marmaris Turki



Selain itu, Marmaris adalah pelabuhan cruise yang menjadi surga kegiatan wisata. Turis mancanegara dapat mencoba berbagai olahraga air, seperti berenang, ski air, menyelam dan snorkeling.

Selanjutnya, ada berbagai perahu wisata yang akan mengajak turis menjelajahi sekitar teluk indah. Kemudian, turis juga dapat berpetualang melalui hutan pibus yang rimbun, kebun jeruk dan desa-desa tradisional dengan kuda. Bahkan, turis juga dapat mengikuti kegiatan safari menggunakan jeep untuk sampai di air terjun.

Setelah seharian berwisata air dan berpetualang, turis juga dapat menghabiskan waktu sore hari dengan jalan-jalan di kota. Berjalan di sepanjang jalan turis akan menjumpai bangunan berarsitektur menarik dan kuno, seperti toko-toko dan kafe.

Selain itu, turis juga bisa mengunjungi dan menikmati kemegahan Kastil Suleyman yang dibangun pada abad ke-16. Jika itu semua belum cukup, Marmaris juga menyediakan pemandian air hangat yang akan memanjakan turis.

Selesai berlibur di Marmaris, turis bisa dengan mudah melanjutkan perjalanan ke beberapa tujuan wisata lainnya. Turis bisa langsung mengunjungi kota Dalyan, Efesus, Pamukkale dan Cleopatra Island yang bisa dijangkau dengan naik taksi atau mini bus. Demikian, dikutip touropia.com. (Wisata Turki)

Visa Indonesia ke Turki Hanya Rp300 Ribu

Visa Indonesia ke Turki Hanya Rp300 Ribu - Berlibur ke Turki kini lebih mudah, apalagi warga Indonesia datang ke Turki untuk liburan diberikan harga visa murah.

"Liburan ke Turki itu prosesnya enggak sulit, untuk Indonesia sangat dipermudah. Untuk visa Indonesia dilakukan bisa melalui visa on arrival," jelas Pak Cheri di Jakarta, baru-baru ini.

Pak Cheri mengatakan bila Turki sangat memudahkan pengurusan visa agar seluruh negara yang ingin berlibur ke Turki lebih mudah.



"Turki telah melakukan kemudahan bebas visa on arrival dengan membayar USD25 atau setara Rp325 ribu. Bahkan sekarang sudah dipermudah dengan pengurusan visa secara online," bebernya.

Tidak itu saja, kemudahan saat berlibur ke Turki menjadi salah satu alasan warga Indonesia memilih Turki sebagai tempat liburan, apalagi persoalan harga lebih murah.

"Untuk akses, Turki memberikan kemudahan dimana terdapat maskapai yang melakukan terbang langsung menuju Turki. Ditambah dengan biaya liburan yang terjangkau," paparnya.(Wisata Turki)

Dondurma, Es Krim Unik Turki

Dondurma, Es Krim Unik Turki - Bagi Anda para penggemar es krim, tampaknya belum lengkap bila belum mencoba es krim yang satu ini. Es krim tersebut bernama Dondurma, dan merupakan penutup dari daerah Kahramanmaras, Turki.


Berbeda dengan es krim biasa, tekstur pada es krim ini memiliki tekstur kenyal dan elastis. Tekstur kenyal itu ternyata berasal dari bahan salep dan mastic. Salep adalah tepung yang terbuat dari sejenis anggrek pegunungan, sedangkan mastic adalah getah dari pohon mastic.


Meski berbeda tekstur, es krim ini memiliki rasa yang sama seperti es krim lainnya yang tentunya tidak asing bagi Anda para penggemar es krim, seperti rasa coklat, stroberi, vanila, dan pistachio.

Para penjual Dondurma umumnya memakai kostum tradisional dengan kemeja putih, topi, dan rompi merah berbordir. Yang menarik, penjual Dondurma selalu melakukan atraksi saat menjual es krimnya, sehingga para pembelinya juga merasa terhibur sambil menunggu es krimnya siap disajikan. Apakah Anda sudah tidak sabar untuk mencicipi es krim unik ini? (Wisata Turki)

Hati-Hati Foto di Turki

Hati-Hati Foto di Turki - Turki merupakan negara perpaduan budaya Islam dan modern yang menarik. Namun jangan mengambil foto sembarangan di Turki.



Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan ketika berada di Turki. Anda juga harus menghargai perbedaan kebudayaan yang ada di Turki.

Berikut hal yang Tidak Boleh Anda lakukan di Turki dilansir dari Worldguide.

Jangan ambil foto tanpa permisi. Mungkin di tempat asal Anda mengambil foto secara candid adalah hal biasa. Namun jangan lakukan ini di Turki jika Anda tidak ingin dianggap sebagai orang jahat.

Anda juga tidak boleh mengambil gambar orang tanpa izin, terutama orang tua, karena dianggap tidak sopan. Anda juga tidak boleh mengambil gambar wanita berjilbab, orang salat atau jenis fasilitas militer.

Jangan perlihatkan telapak kaki. Jika Anda diundang ke rumah seseorang di Turki, usahakan untuk duduk dengan posisi telapak kaki yang tak terlihat. Karena biasanya Anda akan duduk di atas bantal atau karpet, duduklah bersila atau memposisikan kaki Anda ke satu sisi.

Jangan membeli batu atau fosil. Jangan membeli batu atau fosil jika Anda tidak ingin terkena denda atau hukuman penjara. Batu dan fosil dianggap sebagai artifak budaya dan mengekspornya adalah hal yang ilegal.

Jangan tersinggung. Ada beberapa budaya dan tradisi Turki tentang laki-laki dan perempuan. Jika ke Turki bersama teman laki-laki dan hanya ia yang diajak bicara oleh laki-laki Turki, tidak perlu tersinggung.

Karena ini artinya mereka menghargai Anda dan tidak ingin melanggar batasan. Jika seorang laki-laki, jangan duduk di samping perempuan lajang. Karena ia bisa merasa terancam.

Jangan berjalan di depan orang salat. Hal ini merupakan aturan di banyak negara Muslim dunia. Berkunjung ke masjid, Anda dilarang berjalan di depan orang yang sedang berdo’a atau salat. Karena menurut kepercayaan mereka, doa mereka tidak akan dijabah jika ada orang yang berjalan di depannya saat mereka berdoa.(Wisata Turki)

Ortakoy, 'Masjid Romantis' di Istanbul, Turki

Ortakoy, 'Masjid Romantis' di Istanbul, Turki - Istanbul, Turki punya pesona wisata yang berbeda dibanding dengan kota-kota di berbagai belahan dunia lain. Kota ini tak cuma menawarkan pemandangan dan lokasi wisata alam saja. Namun kota ini juga menawarkan wisata religi bagi kaum muslim di seluruh dunia.


Kota Istanbul yang dijuluki sebagai kota seribu masjid, akan memberikan Anda pengalaman lain saat berkunjung. Di kota ini, jumlah masjid di sana memang tak terhitung lagi.

Namun, di antara banyaknya masjid di kota tersebut, ada sebuah masjid yang unik. Keunikannya terletak pada warna kubah masjidnya. Kubah masjid ini terlihat romantis karena bercat pink.

"Masjid ini adalah masjid romantis," kata Awan Yulianto, penulis buku Wisata Hemat Turki, beberapa waktu lalu di Jakarta.

"Bangunannya, lokasinya, dan warna yang mendominasi bagian dalam masjid ini pink, jadi terkesan romantis."



Warna kubahnya yang unik ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang datang. Bukan cuma wisatawan, warga lokal pun banyak yang mengaguminya.

Bangunan masjidnya yang bergaya antik juga menjadi daya tarik yang romantis. Masjid ini dibangun pada abad 18 oleh Mahmut Aga. Pembangunannya selesai pada thun 1855. Masjid Ortakoy didesain oleh arsitek Armenia, GarabetBalyan dan anaknya Nigogayos Balyanl.

Masjid Ortakoy ini awalnya dinamakan Buyuk Mediciye Camii. Namun, karena lokasinya terletak di Ortakoy, masjid itu dinamakan sama dengan lokasinya berada.

Ditambahkan Awan, letak masjid yang sangat strategis ini juga membuat masjid jadi terlihat makin romantis.

Lokasi Masjid Ortakoy ini tepat berada di belakang Jembatan Bosphorus, jembatan yang menghubungkan Turki bagian Asia dan Eropa.

"Masjid ini terlihat bagus dan cantik, ditambah dengan latar belakangnya Jembatan Bosphorus, jadi semakin romantis dilihatnya," ujarnya.

Pasar rakyat dekat masjid

Bangunan masjidnya memang menarik, namun yang menarik minat para wisatawan tak hanya itu. Awan mengatakan bahwa Masjid Ortakoy termasuk masjid yang ramai. Hal ini mungkin terjadi karena lokasinya yang strategis dan dikelilingi banyak kedai kopi dan teh. Tak heran kalau lokasi ini juga kerap dijadikan tempat bersantai bagi turis atau warga lokal.

Selain kedai kopi dan teh, masjid ini juga menjadi kawasan metropolitan. Masjid ini juga dikelilingi oleh restoran, bar, kelab malam dan juga berbagai galeri seni.

Jika kebetulan sedang berada di Istanbul saat hari Minggu, ada bisa mengunjungi pasar rakyat di area masjid. Setiap hari Minggu, alun-alun di depan masjid ini juga dijadikan sebagai pasar rakyat, di mana warga dan turis mancanegara berkumpul dan menemukan berbagai benda-benda unik yang bisa jadi oleh-oleh cantik.

Jika Anda tertarik ke sana, Anda dapat berjalan kaki selama 30 menit dari stasiun Kabatas, melewati Dolmabahce Palace. Jangan lupa untuk memanjakan mata anda dengan indahnya pemandangan tepi pantai Selat Bophorus. (Wisata Turki)

Cara Orang Turki Menghusir Hantu

Cara Orang Turki Menghusir Hantu - Ternyata tidak hanya di Indonesia. di Turki pun suasa mistis di masyarakat juga sangat kental. yang menarik mereka punya cara unik mengusir hantu. Di Turki, ke mana pun memandang, Anda akan menjumpai banyak mata menatap. Bukan mata manusia, namun, hiasan berbentuk mata berwarna biru. Namanya, ‘blue eyes’ atau Nazar Boncugu.

Benda tersebut diyakini sebagai jimat, untuk melindungi pemakainya. “Ini untuk mengusir roh jahat,” ujar Dewat, salah seorang penjual saat menawarkan ‘blue eyes’ kepada wartawan VIVAnews dan rombongan wisatawan asal Indonesia di kawasan Taksim, Istanbul, Turki. Blue eyes yang ia tawarkan berupa gantungan kunci.



‘Blue eyes’ juga dijual dalam bentuk magnet kulkas, kalung, cincin, gelang, bahkan hiasan dinding. “Jadi kalau ini dipasang, maka kekuatan jahat akan pergi,” ujarnya. “Juga bisa ditaruh di dalam mobil agar mobil kita terhindar dari kecelakaan.”

Menurutnya, warna-warna yang terdapat dalam jimat itu memiliki arti tersendiri. “Biru tua untuk mengusir hal jahat dan warna putih untuk membawa keberuntungan bagi kita semua,” ujarnya.

‘Blue eyes’ ini memikat sejumlah wisatawan. Selain bentuknya yang ‘aneh’ juga warnanya yang menarik. Selain itu harga yang ditawarkan cukup murah, berkisar antara 2 lira untuk gantungan kunci hingga 50 lira untuk bandul kalung.
Dari pantauan, memang Blue Eyes ini menjadi ciri khas tersendiri bagi Turki. ‘Blue Eyes’ banyak terlihat digantung di kaca spion mobil hingga pintu masuk rumah warga. Bahkan jadi alternatif suvenir bagi para turis.

Entah benar atau tidak benda tersebut dapat mengusir roh jahat. Itulah kepercayaan orang Turki.(Wisata Turki)

Grand Bazaar, Pasar Tertua di Turki

Grand Bazaar, Pasar Tertua di Turki -  Grand Bazaar Istanbul merupakan pasar tertua di dunia. Meski begitu, pasar ini selalu ramai dikunjungi turis.

Pasar di ibu kota Turki ini dibangun pada tahun 1461 atas perintah Sultan Mehmed II yang tersohor karena menaklukan Kekaisaran Romawi Timur. Kini, kehadiran pasar tradisional Grand Bazaar mewarnai jantung kota tua di Turki.

Bahkan, Grand Bazaar semakin populer di kalangan turis asing, sehingga menjadi salah satu simbol Istanbul. Pasar tradisional tertutup ini hampir setiap harinya dikunjungi 250 ribu sampai 400 ribu pengunjung yang sebagian besarnya adalah turis asing.



Di sini, turis bisa menjumpai lebih dari 3.000 toko dengan bangunan berbentuk labirin. Selain itu, kita bisa menyusuri jalan-jalan kecil di pasar ini untuk menonton seniman beraksi.

Puas menikmati hiburan dari para seniman, kita mengunjungi toko-toko di pasar seluas 31 ribu meter persegi ini. Di pasar yang menyerupai labirin raksasa ini, turis bisa membeli semua jenis perhiasan, kain, dan barang-barang antik.

Namun, turis juga dapat menemukan hal lain di pasar tradisional ini, seperti air mancur, dua masjid, kantor polisi, beberapa kafe dan restoran.

Selain itu, keramahan orang-orang Turki juga membuat suasana semakin hangat di tengah-tengah transaksi jual-beli barang dagangan.

Sementara, jika ingin mengunjungi Grand Bazaar, sebaiknya pilih waktu yang tepat. Selain Minggu, Grand Bazaar buka setiap hari dari pukul 09.00-19.00 waktu setempat.

Selain itu, Grand Bazaar juga tutup pada hari libur nasional atau keagamaan di Turki. (Wisata Turki)

Cappadocia, Kota yang Romantis di Turki

Cappadocia, Kota yang Romantis di Turki - Alarm bunyi, langit tampak mulai cerah, matahari masih belum muncul, mata masih ngantuk dan terdengar suara seperti gas terbakar diatas tenda saya menginap. Ternyata telah banyak balon udara lepas landas. Pagi ini 14 derajat selsius dan saya harus segera menuju tanah lapang, mengejar sunrise sambil melihat pemandangan bukit batu dan puluhan balon di udara, ya saya sudah di Cappadocia Turki, negara ke-8 Wheel Story season 3.


Memang cukup berat waktu meninggalkan Iran, diperbatasan sampai polisi menyalami saya dan ucapkan 'good bye' serasa saya akan benar-benar tak akan ke Iran lagi, padahal negara itu sangat Indah dan bersahabat. Kami sudah janji akan datang ketika winter agar bisa bermain salju lembut di Tachol Tehran.

Dan saya pun memacu motor ketika paspor dan Carnet di cap selepas masuk turki, sebelah kanan tampak gunung menjulang tinggi dan tunggu dulu!! masih ada salju diatas gunung padahal masih musim panas, gunung itu bernama Ararat.

35 KM dari border kami singgah di Dogubayazit, kota pertama yang kami jumpa. hari sudah sore, kami pun ketemu hotel yang cocok dengan kantong petualang. Tengah malam terdengar suara gemuruh Helikopter terbang rendah mengelilingi kota, memang sore hari sebelumnya sudah terlihat helikopter militer berpatroli.


Tak apa, namun kok pagi hari kemudian kota mendadak sepi, hampir semua toko tutup, ada apa ya! saya pun tak tau karena masyarakat susah ngomong bahasa Inggris.

Lanjut ke arah barat, pemandangan yang selalu berubah-ubah, mulai perbukitan gersang, perkebunan, pedesaan, kota hingga bukit dengan pepohonan hijau. Kami berhenti disebuah tempat yang bisa kamping setelah menempuh sekitar 550 Km.

Pada jarak 35 kilo meter dari border kami singgah di Dogubayazit, kota pertama yang kami jumpai.
Dan hari berikutnya kami ngegas lagi hingga menemukan tempat yang luar biasa indahnya, Cappadocia! daerah ini merupakan tujuan wisata populer, karena mempunyai banyak tempat dengan ciri geologi, sejarah dan budaya unik.

Mulai sunrise hingga sunset benar-benar sangat romantis.(Wisata Turki)

Ada Restoran Indonesia di Turki

Ada Restoran Indonesia di Turki - Turki adalah salah satu destinasi wisata favorit wisatawan dunia termasuk para pelancong asal Indonesia. Keindahan arsitektur serta keunikan budaya Negeri Sufi itu menjadi daya pikat tersendiri hingga membuat banyak orang Indonesia kagum dan ingin datang ke sana.

Namun satu hal yang kerap menjadi kendala bagi orang Indonesia saat berwisata ke Turki adalah soal makanan. Kebanyakan kuliner Turki tak cocok dengan lidah orang Indonesia. Karena itu, tak jarang wisatawan Indonesia yang ada di sana berburu restoran yang menyediakan menu-menu nusantara.

Nah kamu yang ingin berwisata ke Turki tak perlu khawatir lagi akan kesulitan mencari penganan Indonesia. Karena sekarang ada Warung Nusantara. Warung Nusantara adalah restoran Indonesia pertama di kota Istanbul, Turki.


Warung Nusantara dibuka oleh seorang WNI asal Gorontalo yang bersuamikan orang Turki. Berada di sebuah ruko 4 lantai, sang pemilik menyewa dua lantai untuk Warung Nusantara dengan beberapa orang WNI sebagai pekerjanya.

Dari luar, restoran ini tampak menarik dengan warna khas Indonesia merah-putih dan foto-foto tempat wisata di Tanah Air. Tak sekadar menjadi tempat makan, restoran ini rupanya dijadikan sang pemilik sebagai sarana promosi pariwisata dan kuliner khas Indonesia.

Baca Juga :


Di tempat ini, kamu bisa menjumpai beragam kuliner nusantara seperti bakso, mie instan, ikan goreng, bahkan rendang. Selain turis, kebanyakan pengunjungnya adalah mahasiswa Indonesia yang tengah menempuh pendidikan di Turki. Mereka menggunakan lantai 1 dan 2 restoran ini sebagai ajang kumpul bareng dan temu kangen antarsesama mahasiswa Indonesia.

Kamu yang berencana berwisata ke Turki dalam waktu dekat, jangan sampai melewatkan untuk berkunjung ke Warung Nusantara. Restoran ini buka setiap hari dari pukul 11.30 hingga 21.30 waktu setempat.(Wisata Turki)

Nama Bayi Perempuan Turki dan Artinya

Nama Bayi Perempuan Turki dan Artinya - Nama Bayi Perempuan Turki dan artinya. Jika anda adalah orang tua yang sedang menunggu kehadiran calon buah hati dan sedang mempersiapkan sebuah nama yang unik namun modern, nama bayi perempuan bahasa turki berikut ini bisa menjadi alternatif pilihan untuk menjadi salah satu kata dalam nama lengkap bayi perempuan anda nantinya.

Tentunya dalam memilih nama bayi untuk anak perempuan itu banyak faktor yang menjadi pertimbangannya, salah satunya adalah arti nama indah dan feminim serta pelafalan nama yang enak didengar. Silahkan disimak daftar nama bayi perempuan turki kali ini, semoga bisa menjadi sumber inspirasi dan referensi dalam menentukan nama bayi terbaik untuk buah hati tercinta.



Nama Bayi Perempuan Turki dan artinya.

Jika anda adalah orang tua yang sedang menunggu kehadiran calon buah hati dan sedang mempersiapkan sebuah nama yang unik namun modern, nama bayi perempuan bahasa turki berikut ini bisa menjadi alternatif pilihan untuk menjadi salah satu kata dalam nama lengkap bayi perempuan anda nantinya.

Tentunya dalam memilih nama bayi untuk anak perempuan itu banyak faktor yang menjadi pertimbangannya, salah satunya adalah arti nama indah dan feminim serta pelafalan nama yang enak didengar. Silahkan disimak daftar nama bayi perempuan turki kali ini, semoga bisa menjadi sumber inspirasi dan referensi dalam menentukan nama bayi terbaik untuk buah hati tercinta.


Daftar nama bayi perempuan bahasa turki

——

Akasma = Pendakian mawar putih

Cari = Mengalir seperti air

Karli = Tertutup salju

Nuray = Terang bulan

Elif Kayla Perk = KDI

Aga = Pedang

Almas = Berlian

Almasd = Berlian

Ata = Kembar

Atta = Kembar (bentuk lain dari Ata)

Aygul = Mawar yang seperti bulan

Ayla = Pohon ek

Aysegül = Berbunga

Aysel = Seperti bulan

Aysel = Seperti bulan

Aysila = Seperti bulan

Ayºe = Berbunga

Bahar = Mata air kehidupan

Baharah = Musim semi, mata air

Baharak = Musim semi, mata air

Burçak = Benih

Canan = Dicintai

Canan = Dicintai

Ceren = Rusa

Dicle = Sungai

Dilara = Cinta

Ebru = Seni

Ece = Ratu

Efrina = Alam semesta

Ekin = Panen

Elif = Ramping dan tinggi

Elma = Buah Yang Manis

Emel = Hasrat, keinginan

Gona = Pipi

Gül = Mawar

Hanifah = Kuat

Hanife = kuat

Hannyfa = Kuat (bentuk lain dari Hanife)

Harika = dicintai

Hirka = Dicintai

Ilke = obor, penerang kehidupan

Irem = taman di surga

Kara = teman

Lale = Bunga Tulip

Müge = Bunga Lili

Münevver = Terbuka

Naylan = Keinginan yang terpenuhi

Naylan = Keinginan yang terpenuhi (Bentuk lain dari Neylan)

Nergis = bunga narsis

Özge = Berbeda

Özlem = Lama dinantikan

Rafat = kebesaran, kemasyuran

Ryhan = Bunga yang aromanya wangi

Sarila = Air Terjun

Sevde = Cinta

Sevgi = Cinta

Sevim = Dicintai

Suzan = Bunga Lili

Tugba = menyenangkan

Yagmur = Hujan

Demikian artikel kali ini, jangan lupa juga untuk melihat kumpulan nama bayi perempuan sansekerta yang bisa juga menjadi alternatif lainnya untuk memilih nama bagi bayi perempuan kesayangan.
Daftar nama bayi perempuan bahasa turki

——

Akasma = Pendakian mawar putih

Cari = Mengalir seperti air

Karli = Tertutup salju

Nuray = Terang bulan

Elif Kayla Perk = KDI

Aga = Pedang

Almas = Berlian

Almasd = Berlian

Ata = Kembar

Atta = Kembar (bentuk lain dari Ata)

Aygul = Mawar yang seperti bulan

Ayla = Pohon ek

Aysegül = Berbunga

Aysel = Seperti bulan

Aysel = Seperti bulan

Aysila = Seperti bulan

Ayºe = Berbunga

Bahar = Mata air kehidupan

Baharah = Musim semi, mata air

Baharak = Musim semi, mata air

Burçak = Benih

Canan = Dicintai

Canan = Dicintai

Ceren = Rusa

Dicle = Sungai

Dilara = Cinta

Ebru = Seni

Ece = Ratu

Efrina = Alam semesta

Ekin = Panen

Elif = Ramping dan tinggi

Elma = Buah Yang Manis

Emel = Hasrat, keinginan

Gona = Pipi

Gül = Mawar

Hanifah = Kuat

Hanife = kuat

Hannyfa = Kuat (bentuk lain dari Hanife)

Harika = dicintai

Hirka = Dicintai

Ilke = obor, penerang kehidupan

Irem = taman di surga

Kara = teman

Lale = Bunga Tulip

Müge = Bunga Lili

Münevver = Terbuka

Naylan = Keinginan yang terpenuhi

Naylan = Keinginan yang terpenuhi (Bentuk lain dari Neylan)

Nergis = bunga narsis

Özge = Berbeda

Özlem = Lama dinantikan

Rafat = kebesaran, kemasyuran

Ryhan = Bunga yang aromanya wangi

Sarila = Air Terjun

Sevde = Cinta

Sevgi = Cinta

Sevim = Dicintai

Suzan = Bunga Lili

Tugba = menyenangkan

Yagmur = Huja

Demikian artikel kali ini, jangan lupa juga untuk melihat kumpulan nama bayi perempuan sansekerta yang bisa juga menjadi alternatif lainnya untuk memilih nama bagi bayi perempuan kesayangan.(Wisata Turki)

Nikmati Mandi Hamam Nan Unik di Antalya,Turki

Nikmati Mandi Hamam Nan Unik di Antalya,Turki - Antalya adalah kota yang kecil dan bersih seperti Singapore. Tidak ada tidak ada sampah yang menumpuk.Kota ini dibagi dua yaitu kota tua dan kota baru. Kota tua terdiri dari bangunan Ottoman. Rumah model Ottoman ini sudah direnovasi tapi tidak meninggalkan bentuk asalnya.


Mandi ala Turki

Kebanyakan, mereka menjual cinderamata dan karpet karena jalan jalan kecil dibagian kota tua ini banyak dikunjungi turis menuju pelabuhan tua di Antalya. Di pelabuhan tua, banyak masyarakat yang memiliki perahu bermotor dan menawarkan jasanya untuk mengelilingi pulau pulau karang disekitar pegunungan Taurus.



Tapi, jika ingin santai, kita bisa kongkow-kongkow di restoran ikan sekitar pelabuhan. Sekali makan untuk 2 orang, termasuk red wine, kira kira 22 lira Turki atau 12 Euro. Selesai makan, anda selalu ditawari teh Turki atau kopi gratis.Namun, saya anjurkan lebih baik minum kopi karena teh Turki ini pekat sekali. Ditambah 4 sendok teh gula saja, masih sangat  pahit.

Sementara di kota baru, bentuk bangunan lebih modern dan banyak pertokoan, tapi hampir tidak ada mall. So, kalau mau shopping bukan disini. Untuk istirahat Antalya kota adalah kota yang menarik. Di sepanjang kota dan disetiap sudut terdapat taman kota yang indah dan terawat dengan baik. Setiap taman menghadap ke laut dan ke pegunungan Taurus.

Menariknya, masyarakat disini, termasuk anak muda atau yang masih kecil sangat disiplin dalam menjaga kebersihan kotanya. Contohnya, anak anak sekolah yang duduk duduk di taman selalu membuang kaleng minuman ataupun kantong plastik ditempat sampah. Kadang saya sebagai orang Bandung bertanya dalam hati, kapan ya Bandung bisa bersih seperti ini dan tidak ada gunungan sampah.

Baca Juga :

Untuk makanan, harganya juga cukup murah. Tetapi sayang, tidak ada variasinya. Makanan utama mereka kebab ayam atau kambing yang disantap dengan roti tanpa ragi dan diberi potongan wortel segar, kol merah segar, bawang merah dan sla. Lalu diberi citroen (jeruk asam) untuk penyegar. Sedangkan untuk nasi, karena dimasak dengan minyak samin, jadi terlalu berminyak. Bosan dengan menu yang sama, kita bisa pergi makan ke restaurant China. Bayangan anda, pastilah ini restoran yang rasanya standar rasa masakan China.

Anda bisa memesan bebek panggang dan bakmi goreng. dan anda pasti mendapatkan rasa lain dari masakan China pada umumnya. Karena orang China disini juga memasak dengan  menggunakan minyak. Jadi, bakmi gorengpun dimasak dengan minyak samin. Setelah makan malam biasanya orang orang kembali duduk duduk di taman sambil menikmati teh Turki. Lucunya di mana pun anda duduk, baik di taman, di stasiun bus atau di pinggir jalan sekalipun, selalu ada orang yang berjualan teh  dengan harga yang sangat murah.

Anda juga bisa mendapatkan pengalaman yang tidak dapat dilupakan yaitu mandi Hamam. Disetiap sudut kota, tersedia tempat mandi umum yang namanya Hamam. dengan membayar 4 lira anda sekeluarga bisa menikmati mandi hamam ini. Ditempat ini disediakan ruangan untuk laki dan perempuan. Setelah membuka pakaian, kita akan diberi handuk besar dan lebar.

Hanya diselubungi handuk, anda masuk ke satu ruangan yang tidak ada airnya tapi dipenuhi oleh uap panas. Dalam 3 menit keringat anda keluar semua seperti di sauna. Setelah selesai, kita harus pergi ke ruangan basah untuk mandi tidur, yakni, tidur dibangku dari batu tanpa uap. Setelah itu akan datang orang yang membawa semacam sabut kelapa tapi halus sekali dan badan anda digosok oleh orang tersebut dan dipijat dengan minyak olijf (dibuat dari buah kecil kecil warna hijau dan bisa dimakan) selama 15 menit.

Sstt…jangan berpikir macam-macam lho..Di ruang mandi tersebut anda dipijat bersama sama orang lain, kira kira ada 10 orang dalam kamar mandi Hamam itu. Setelah itu saya harus mandi dengan air panas dan diberi sabun yang juga dibuat oleh minyak olijf. Masyarakat Turki ramah dan sopan. Jadi, tidak usah takut karena tidak ada copet disini. Kalau ada yang berani mencopet, apalagi mencopet turis,akan dihukum berat.

Untuk angkutan kota, mirip dengan angkutan kota di Bandung tetapi lebih sopan di jalan raya. Mereka juga tidak berhenti sembarangan. Dengan membayar 1 lira,  anda dibawa putar putar kota Antalya sampai bosan. Setelah 3 hari dikota tersebut kami dengan menyewa mobil tanpa supir pergi keluar kota yaitu ke Pamukkale, Perge, Aspendos dan ke kota sejarah, Myra. dan Well.  (Wisata Turki)

Tips Hemat Belanja Oleh-oleh di Turki

Tips Hemat Belanja Oleh-oleh di Turki - Kalau bepergian ke luar negeri, yang ada di pikiran Anda, terutama perempuan adalah lokasi belanja yang murah dan unik. Selain tempat pariwisata bersejarahnya, Turki juga menawarkan tempat-tempat belanja yang biasanya dikunjungi turis.

Namun, tak semua tempat itu menawarkan barang-barang yang harganya ramah di kantong. Ada beberapa tips yang dapat digunakan, agar dapat menghemat pengeluaran shopping kita di negeri kebab itu.

Di Istanbul, ibu kota Turki, juga menawarkan banyak tempat shopping, namun ada satu tempat shopping yang menurut Awan Yulianto, penulis buku Wisata Hemat Turki: Istanbul dan Cappadocia, dapat dijadikan referensi agar kita dapat menghemat pengeluaran belanja kita.

"Untuk di Istanbul, sudah pasti wajib mengunjungi Grand Bazaar (Kapali Carsi)," kata Awan kepada CNN Indonesia, Kamis (17/9).

Grand Bazaar ini merupakan salah satu pasar tertutup yang terbesar dan tertua di dunia. Dahulu pasar ini diprakarsai oleh Sultan Mehmed II, dimulai antara tahun 1456 hingga 1451. Pasar ini memiliki luas 54 ribu meter persegi, dan menjadi rumah bagi lebih dari 4.40 toko yang tersebar di 64 jalan.

Katanya, pasar itu dikunjungi oleh 250.000 orang per harinya.



Di pasar itu, Anda bisa menemukan berbagai barang, dari cinderamata, aksesoris, jam tangan, tas, koper, perhiasan emas, furnitur, barang antik dan tentunya karpet. Selain itu, harga barang di pasar ini tergolong murah dan dapat ditawar.

Selain Grand Bazaar, Awan menyarankan untuk mengunjungi Arasta Bazaar (Arasta Carsi). Terletak di satu lorong are belakang Sutanahmet Square dan Blue Mosque, dan menjadi salah satu pusat perbelanjaan menarik karena dibangun oleh para pejabat Ottoman pada abad ke-17 silam.



Arasta Bazaar yang bersejarah ini juga menjadi favorit wisatawan, karena suasananya lebih tenang dan barang yang dijual menarik. Beberapa di antaranya adalah keramik Turki, berbagai jenis karpet, cinderamata, pakaian dan perhiasan. Terdapat juga kafe di mana Anda bisa bersantai setelah belanjau atau wisata.

"Kalau mau lebih murah lagi, coba pergi ke lokasi yang bukan merupakan daerah turis," paparnya.

Daerah yang dimaksud Awan ini antara lain daerah stasiun kereta Sirkeci, atau di jalan-jalan kecil yang menuju Galata Tower di daerah Beyoglu.

Tawar-menawar juga menjadi hal yang lazim dilakukan di sana. Biasanya pedagang akan memberikan 'harga turis.' Oleh karenanya Anda tak perlu ragu untuk mengajukan penawaran. Di toko- toko kecil pun juga berlaku tawar-menawar. Meski sudah ada harga pastinya, namun Anda masih mungkin dapat diskon ketika membeli dalam jumlah yang banyak.

Jika Anda mencari oleh-oleh, harga souvenir di Turki juga terbilang murah. Kita bisa mendapatkan magnet kulkas, gantungan kunci atau dompet kain dengan harga 1-5 lira.

Untuk Anda yang ingin melihat dan mencoba sisi modern Istanbul dengan pusat perbelanjaannya yang megah, Anda bisa pergi ke daerah Nistansi, Etilier dan Levent. Anda dapat meraih tempat-tempat itu dengan naik metro jalur M2 dari Taksim.(Wisata Turki)

Kota Unik Goreme, Turki

Kota Unik Goreme, Turki  - Kota Goreme sangat unik. Kota ini terletak di lembah di daerah Cappadocia. Di sini, terdapat banyak sekali bukit yang terbentuk dari letusan gunung berapi jutaan tahun yang lalu.



Di bukit-bukit ini, terdapat gua-gua yang dulunya dijadikan tempat tinggal dan gereja. Dulunya, daerah ini merupakan tempat persembunyian umat Kristen dari kejaran tentara Romawi. Mereka bersembunyi di gua-gua batu. Kini, beberapa gua itu sudah dijadikan hotel. Di dalamnya, terdapat kamar-kamar mungil. Para wisatawan dapat menginap dengan nyaman di sini. Gua-gua yang dulunya gereja, juga masih terawat dengan baik.



Evil Eye 
Tak jauh dari Kota Goreme, ada lembah bernama Pigeon Valley (Lembah Merpati). Di tempat ini, ada sebatang pohon yang dipenuhi hiasan-hiasan bulat berwarna biru. Hiasan-hiasan ini disebut evil eye (mata setan.) Sebagian masyarakat Turki percaya, bahwa evil eye adalah jimat yang bisa menjauhkan mereka dari hal-hal yang jahat.



Kita bisa melihat evil eye di hampir setiap rumah, toko, restoran, kendaraan, bahkan di pesawat udara Turki. Ukurannya pun bermacam-macam. Ada yang besar sebagai hiasan dinding, ada pula yang mungil sekali sebagai mata cincin.



(Wisata Turki)

Naik Balon Udara di Cappadocia, Turki

Naik Balon Udara di Cappadocia, Turki -  Terbang naik balon udara bisa menjadi aktivitas liburan menyenangkan di Cappadocia, Turki. Selama terbang, traveler bisa melihat indahnya Cappadocia yang unik sambil menikmati udara segar yang berhembus di sana.


Dari awal kami sudah diinformasikan mengenai kunjungan wisata Cappadocia, Turki. Dan yang paling ditunggu-tunggu adalah naik balon udara. Dari beragam informasi yang kami dapatkan, harga untuk naik balon udara sekitar USD 200-250 (Rp 2,8-3,5 juta) per orang.

Tentu saja cukup mahal karena faktor keamanan dan keselamatan penumpang adalah nomor satu. Tidak sembarang orang boleh menerbangkan balon udara, sang pilot harus mempunyai sertifikat dengan jam terbang yang memenuhi syarat internasional.


Setibanya di Cappadocia, pemandu tur kami memberikan informasi bahwa harga untuk naik balon udara yaitu USD 220 (Rp 3,1 juta) per orang dan sudah diberikan hargadiskon karena grup. Besok paginya, pukul 04.30 kami sudah dibangunkan oleh pihak hotel. Udara dingin yang menusuk badan mengurungkan niat kami untuk mandi pagi.

Setelah mencuci muka dan menggosok gigi serta berganti pakaian yg lebih tebal, kami segera menuju ke lobby hotel. Di luar masih gelap, dan udara musim semi yang dingin segera menerpa setiap relung tubuh kami. Tidak lama berselang, mobil penjemput telah tiba.

Dari hotel kami dibawa ke suatu tempat, entah dimana lokasinya. Cukup jauh juga dan ditempuh dalam waktu 30 menit dari lokasi hotel kami menginap. Tibalah kami di sebuah tanah lapang dan terlihat balon udara yang dipanaskan.

Sang pilot menyapa kami dan memperkenalkan diri. Ia seorang warga negara Australia yang bekerja sebagai pilot balon udara. Setelah berkumpul semua, ia memberikan briefing bagaimana posisi kami ketika akan naik dan turun dari balon udara, serta apa saja yang harus diperhatikan selama berada didalam kantong balon udara.

Satu kantong memuat maksimal 20 orang saja. Satu persatu kami menaiki balon udara dan berpencar diposisi masing-masing. Tidak lama kemudian, balon udara kami mulai terbang, perlahan-lahan posisi kami semakin tinggi, hingga terlihat puluhan balon udara terbang diseantero Cappadocia. Menakjubkan!

Matahari semakin lama semakin terlihat begitu indah dari kejauhan. Pucuk-pucuk bukit kapur tampak seperti rumah hobbit di dalam film. Decak kagum puluhan orang segera terdengar dan bunyi kamera terdengar silih berganti untuk mengabadikan momen yang menakjubkan, bahkan mungkin tidak bisa diucapkan dengan kata-kata.

Hampir 1 jam kami sudah mengelilingi Cappadocia. Lambat laun perkebunan anggur dan pohon zaitun sudah terlihat jelas. Matahari sudah hampir tinggi dan hawa dingin masih menerpa kami.

Ada dua mobil dibawah kami yang mengejar balon udara yang kami tumpangi. Ketika akan turun, para penumpang harus memegang tali yang di dalam keranjang dan semua aktifitas foto2 harus dihentikan. Ada perasaan khawatir ketika balon udara turun tanah, tetapi semua sirna karena operator balon udara memang sudah profesional.

Setelah balon udara berhasil ditambatkan dan para penumpang turun dengan selamat, kami disuguhkan champagne dan makanan kecil khas turki. Bagi yang tidak suka minum alkohol, disediakan juga minuman non alkohol. Setelah selesai makan dan minum, operator membagikan sertifikat balon udara.

Akhirnya kesampaian juga naik balon udara di Turki. Saya juga ingin naik balon terbang di atas gunung bromo atau lokasi menawan lainnya di Indonesia. Semoga bisa segera terwujud! (Wisata Turki)

Mampir Ke Pabrik Karpet Turki

Mampir Ke Pabrik Karpet Turki - Selain wisata religi dan alam, selama liburan di Turki traveler juga bisa mampir ke pabrik karpet. Selama di sana, traveler bisa melihat proses pembuatan karpet Turki yang kualitasnya oke punya.


Dalam tradisi Turki, apabila seorang keluarga ada yang menikah maka karpet adalah salah satu hadiah yang pas untuk pernikahan. Bahkan apabila ada seorang gadis yang ingin menikah, ia hanya memberikan kode kepada orangtuanya dengan minta dibelikan karpet.

Dengan cara itulah, kedua orangtuanya tahu bahwa anak gadisnya sudah siap untuk menikah. Karpet di Turki memang merupakan salah satu benda penting dalam tradisi keluarga di negara tersebut.

Kawasan Cappadocia terkenal sebagai penghasil karpet dan keramik kualitas unggulan. Di sini industri karpet dijadikan tempat wisata yang menarik. Para wisatawan di bawa masuk ke dalam tempat pembuatan karpet yang didesain begitu menarik.

Di dalamnya wisatawan bisa menyaksikan ibu-ibu sedang memintal benang dan bagaimana untaian benang yang ratusan dan bahkan ribuan bisa menjadi karpet yang indah. Satu karpet kecil bisa dibuat minimal 3 bulan hingga setahun lebih.


Semua yang hadir bisa melihat bagaimana kepompong dari ulat sutera direbus dan dipintal hingga menjadi benang sutera kualitas terbaik. Kemudian benang tersebut dibuat menjadi karpet. Tetapi, tidak semua karpet terbuat dari benang sutera, ada juga yang tersebut dari kapas atau wol.

Penjual menjelaskan perbedaan karpet buatan mesin dan karpet buatan tangan. Ada karpet yang 100% dari benang sutera atau campuran dari kapan atau wol. Untuk satu karpet kecil dari benang sutera dihargai USD 1500 (Rp 20,6 juta), sungguh harga yang fantastis.

Untuk karpet tua akan semakin mahal harganya. Semakin tua umur karpet tersebut dan semakin sering diinjak, maka benang-benang di dalam karpet tersebut semakin mengikat erat dan kuat. Jadi itulah sebabnya karpet tua menjadi sangat mahal di Turki selain karena nilai historisnya.


Pembeli tinggal memilih desain karpet yang diinginkan dan bisa dikirim langsung ke negara tujuan. Tanpa perlu repot-repot memikirkan pengirimannya.

Kalau diajak berkunjung ke toko karpet oleh biro perjalanan, apabila tidak ingin membeli jangan coba-coba menawar. Sebabnya, para sales akan mengejar hingga ke dalam bus.(Wisata Turki)

Kota Bawah Tanah di Cappadocia, Turki

Kota Bawah Tanah di Cappadocia, Turki - Cappadocia di Turki memang terkenal dengan kota bawah tanahnya yang unik. Dari gua-gua yang mengagumkan hingga gereja yang begitu indah bisa ditemukan di bawah tanah Cappadocia. Keren!



Menyusuri bentang alam turki memang tidak ada habisnya. Mulai dari pegunungan dan lembah hijau hingga perbukitan yang tandus dan panas, serta puncak gunung yang masih tertutupi oleh salju abadi di akhir musim semi.

Untuk berkunjung ke kota Cappadocia dibutuhkan perjalanan darat yang cukup jauh dan melelahkan dari Istanbul, Turki. Transportasi yang bisa digunakan mulai dari pesawat terbang, kereta api hingga bus serta rental mobil. Jalanan yang mulus di seluruh kota Turki patut diacungkan jempol.

Kali ini kami dibawa untuk berkunjung ke kota bawah tanah. Menurut sejarah kawasan Cappadocia dulunya merupakan gunung berapi. Akibat letusan dahsyat kawasan ini banyak dipenuhi oleh batuan basalt yang rapuh.

Gua-gua yang ada saat ini, sudah digunakan sejak abad 7-8 sebelum Masehi. Di masa pemerintahan Byzantium, penduduk mulai menggali gua-gua bawah tanah sebagai tempat perlindungan untuk menghindari serbuan tentara Romawi.

Para pendeta dan penduduk Kristen di Cappadocia banyak yang melarikan diri karena mengalami penindasan di zaman kaisar Romawi. Sehingga mereka banyak menggali rumah di bawah tanah sebagai tempat perlindungan.

Memasuki ruang bawah tanah harus melalui sebuah pintu kecil yang terbuat dari batuan basalt. Di dalamnya ada tangga yang akan membawa wisatawan ke dalam ruang tidur, ruang makan, dapur dan gudang penyimpanan makanan di musim dingin.

Tinggi bangunan rata-rata sekitar 1,7-2 meter dan bisa ditempati sampai 20 orang. Anehnya, ketika hawa panas di luar sangat menyengat, udara di dalam gua sangatlah nyaman.

Udara dingin segera menerpa masuk ke dalam ruangan, tetapi ketika di musim dingin tiba ruangan tersebut berubah menjadi hangat. Ternyata batuan basalt bisa menyerap panas dan menyimpan energi panas.

Kini, beragam ruangan bawah tanah tersebut dijadikan tempat wisata. Dan kawasan ini dijaga sebagai museum hidup. Hanya satu atau dua keluarga Kristen yang masih menempati ruang-ruang di gua bawah tanah tersebut.



Di luar gua, banyak penduduk lokal yang menjajakan boneka buatan tangan seharga 5 Lira Turki (Rp 23 ribu). Cocok untuk dijadikan oleh-oleh keluarga di Tanah Air.(Wisata Turki)

Fakta Unik Seputar Turki

Fakta Unik Tentang Turki - Turki memiliki banyak sisi menarik. Berada di Asia dan Eropa sekaligus. Di abad pertengahan berjaya dengan kekaisaran Usmaniyah yang menduduki sebagian Eropa. Inilah beberapa fakta yang mungkin belum Anda ketahui.

Hagia Sophia: Gereja jadi Mesjid
Mesjid paling terkenal di Istanbul Hagia Sophia asalnya adalah katedral dari zaman Byzantium di abad ke 6. Selama 900 tahun menjadi gereja terpenting dalam agama Kristen. Pada abad ke 15 Mehmet II merebut kota Konstantinopel yang kemudian menjadi Istanbul,. Ia mengubah gereja jadi mesjid dengan menambah 4 minaret dan air mancur. Sekarang Hagia Sophia menjadi museum.

Bazaar Istanbul yang Luar Biasa
Grand Bazar atau pasar besar di Istanbul mencatat rekor tersendiri. Di dalam Bazar tertutup ini terdapat 64 lorong, 4000 toko dan lebih dari 25.000 pekerja. Bazar di Istanbul merupakan daya tarik utama bagi wisatawan. Setiap tahun lebih dari 90 juta wisatawan singgah dan berbelanja di Bazar Istanbul.

Ankara Ibukota Turki
Banyak yang salah menduga bahwa Istanbul adalah ibukota Turki. Ankara yang ada di bagian Asia adalah ibukota Turki. Penetapan Ankara sebagai ibukota Republik Turki dilakukan tahun 1923 setelah perang kemerdekaan. Kota berpenduduk 5 juta orang ini memiliki sejarah panjang yang bisa dilacak hingga abad 10 sebelum Masehi.



Santa Claus Lahir di Turki
Figur terkenal Santa Claus atau Sinterklaas berasal dari Saint Nicholas yang dilahirkan di Patara tahun 270. Saat itu Patara masuk ke dalam Kekaisaran Romawi dan di zaman modern adalah wilayah kedaulatan Turki. Legenda menyebutkan Santa Claus adalah orang suci yang membantu rakyat miskin dan kelaparan di kawasan Myra hingga namanya dikenal sebagai Saint Nicholas dari Myra.


Bunga Tulip Asalnya Untuk Obat
Bunga Tulip yang kini terkenal jadi ciri khas Belanda, sebetulnya berasal dari Turki. Kata Tulip berasal dari Turban alias sorban dalam bahasa Turki. Warga Turki di kawasan Asia Tengah sudah membudayakan Tulip sejak abad 10 untuk bahan obat-obatan. Carolus Clausius direktur taman Botani Leiden yang mula mula pada 1590 membudidayakan bunga Tulip di Belanda untuk penelitian bahan obat-obatan.


Alfabet Turki Tanpa X,Q dan W
Alfabet Turki terdiri dari 29 huruf atau lebih banyak 3 huruf dari alfabet latin. Tapi dalam alfabet Turki tidak ada huruf X,Q dan W. Dan tahukah Anda kata terpanjang dalam bahasa Turki "Muvaffakiyetsizleştiriveremeyebileceklerimizdenmişsinizcesine" yang artinya: mereka yang menganggap dirinya tidak bisa berubah secara tiba-tiba menjadi orang yang gagal.


(Wisata Turki)

Tips Belanja di Grand Bazaar, Istanbul, Turki

Tips Belanja di Grand Bazaar, Istanbul, Turki - Belanja di grand bazaar jangan beli di toko yang letaknya di lorong utama, karena sewanya tokonya mahal jadi harga barang yang dijual juga otomatis mahal. Carilah toko yang tersembunyi dan masuklah agak ke dalam..."

Jalan-jalan atau liburan ke luar negeri buat saya tak lepas dari aktifitas shopping. Eitsss!! Bukan shopping barang-barang mewah seperti para pejabat yang sedang studi banding loh..


Saya juga bukan penggemar barang-barang branded, karena di mata saya barang-barang branded itu harganya di luar nalar alias nggak masuk akal. Jadi shopping ala saya ini hanya sekedar berburu barang-barang kecil seperti souvenir atau cendera mata khas negara setempat misalnya miniatur landmark, mug atau tempelan kulkas untuk dikoleksi.

Grand Bazaar, Turki

Sejak sebelum berangkat, saya sudah mendapat bisikan dari orang-orang di sekeliling saya untuk membeli kerudung khas Turki yang katanya indah terutama kalau dipakai para wanita Turki (tentunya.. hihihihi...). Selain kerudung atau jilbab, saya berniat untuk membeli selembar karpet handmade Turki yang terkenal keindahannya seantero dunia.

Grand bazaar atau Capalicarsi. Siapa yang tak mengenalnya.. Karena tempat ini sudah kondang sebagai surga belanja di Istanbul serta menjadi tempat wajib untuk dikunjungi selama di Turki. Tempat ini mirip dengan Khan el Khalili di Kairo, hanya saja Grand Bazaar lebih luas lagi tempatnya.

Soal umur, Khan el Khalili Kairo jauh lebih tua yaitu berdiri tahun 1382 daripada grand bazaar Istanbul yang baru berdiri pada tahun 1455. Dari tempat saya menginap, hanya sekitar 15 menit saja jalan kaki, kalau naik tram turun saja di Beyazid. Jadi selama berada di Istanbul lebih kurang 4 kali saya bolak balik ke grand bazaar itu hehehe...

Sore itu saya hanya bertiga ke Grand Bazaar (saya, suami dan anak sulung saya), sedangkan 2 anak lainnya memilih di hotel karena kecapekan. Memasuki pintu grand bazaar, tiba-tiba kami disapa oleh seorang laki-laki Turki.



"Mari lihat-lihat koleksi jaket kulit kami, mampirlah ke toko kami.."

Sehari sebelumnya kami sempat mampir ke sebuah toko di Sultanahmet yang menjual jaket dan tas kulit, kami menanyakan sebuah jaket kulit, harganya 500 TL atau setara hampir Rp. 3 jutaan. Mahal bangetttttt...

Dan suami memang udah berniat membelikan istri tercintanya ini sebuah jaket kulit.. halaaaahhh sok pede.

Jadi ketika ada yang menawari kami untuk melihat tokonya, kami pikir kenapa nggak? Lihat-lihat dulu, kalau harga cocok dan barang bagus ya dibeli.


Singkat cerita kami sudah berada di toko si pria tadi, tokonya agak ke dalam letaknya. Orangnya ramah dan suguhan segelas apple tea khas Turki menjadi salah satu trik marketing mereka.

Banyak sekali macamnya dan saya tertarik dengan 1 model jaket lalu suami menanyakan harganya, mereka menawarkan jaket itu dengan harga 600 TL, 3,5 jutaan rupiah!! Memang sih jaket kulit yang saya taksir itu terlihat sangat berkualitas, baik kulit dan jahitannya. Suami yang ahli dibidang tawar menawar mencoba menawarnya 200 TL. Syareef si empunya toko cuma nyengir mendengarnya hihihihi... masa harga 600 ditawar 200?

Sambil akting keluar toko, Syareef mencegah lalu menurunkan harganya jadi 400 TL. Suami tetap bergeming dengan harga 200 nya itu. Syareef menurunkan lagi harganya jadi 350 TL lalu suami menaikkan harga tawarnya menjadi 250 TL.

Dan taraaaaa..... si penjual melepasnya dengan harga 300 TL. Memang nggak murah tapi saya lihat sepadan lah dengan kualitasnya. Jadi dapat jaket kulit baru deh...

Petualangan berlanjut, saatnya berburu kerudung Turki dan beberapa souvenir untuk koleksi. Sebelum keluar dari tokonya, Syareef memberi sedikit tips belanja pada kami.

Kalau belanja di grand bazaar jangan beli di toko yang letaknya di lorong utama, karena sewanya tokonya mahal jadi harga barang yang dijual juga otomatis mahal. Carilah toko yang tersembunyi dan masuklah agak ke dalam. Masuk akal juga nih tipsnya.

Benar saja kata si Syareef, saat iseng kami tanyakan harga selembar jilbab di sebuah toko yang berada tidak jauh dari lorong utama memang cukup mahal yaitu 30 TL. Iseng juga kami tawar 10 TL, si penjual malah nyengir lalu cuek hehehe...

Kerudung Turki dengan kualitas sama dengan yang kami tawar di toko pertama tadi akhirnya kami dapatkan juga dengan harga 15 TL, lumayanlah.... walaupun harus "blusukan" masuk ke lorong-lorong grand bazaar. Untung saja nggak nyasar.

Berikutnya karpet Turki yang handmade, yang ini akhirnya saya gagal mendapatkannya karena memang mahal banget. Selembar karpet seukuran sajadah saja harganya 600 TL, ughhh... jadi susah nawarnya karena tidak sesuai ekspektasi. Akhirnya ya nggak jadi beli, bahkan nawarpun tidak! hehehe...

Tapi gara-gara kami bilang bahwa kami lupa bawa sajadah, pemilik toko karpet itu malah memberi kami selembar sajadah walaupun bukan handmade tapi sangat berkesan. Si pemilik toko itu bilang, kalau dia memang benar-benar ikhlas memberikan sajadahnya kepada kami.

Perburuan mencari souvenir dan pernak pernik khas Turki kami lakukan dengan menggunakan trik-trik sebelumnya yaitu ngeyel dalam hal menawar. Alhasil, harga yang kami dapatkan cukup memuaskan di hati.

Ini tips untuk belanja barang di Grand Bazaar, Istanbul :

  • Carilah toko yang tersembunyi, semakin jauh dari lorong utama harganya akan semakin murah atau semakin mudah menawarnya. 
  • Rajinlah membandingkan dengan toko sebelah. 
  • Jika sudah sreg dengan barangnya, tawarlah harga yang berikan penjual minimal separohnya. Ngeyel aja sama harga yang sudah kita pasang. Orang Turki nggak akan marah walaupun kita nawarnya kebangetan. Paling juga dia nyengir lalu kita dicuekin. 

Dan selamat menikmati petualangan belanja...........(Wisata Turki)

Edirne, Kemilau Kesultanan Ottoman Turki

Edirne, Kemilau Kesultanan Ottoman Turki - Nama kota ini baru kami dengar beberapa saat setelah kami merencanakan liburan ke Istanbul. Informasinya kami dapatkan di sebuah buku dan kota ini sebenarnya bukan sebuah destinasi wisata populer Turki untuk para traveller. Tapi kami menjadwalkan pergi ke kota ini karena berhubungan erat dengan sejarah dan hanya melakukan day trip atau perjalanan 1 hari tanpa menginap karena hanya berjarak 2,5 jam perjalanan dari Istanbul.


Edirne (dibaca : eh-deer-neh) adalah sebuah kota kecil yang terletak 260 km sebelah barat laut Istanbul. Berbatasan langsung dengan Yunani dan Bulgaria, hanya 7 km dari perbatasan Yunani dan 20 km dari perbatasan Bulgaria. Ada beberapa sebutan untuk kota ini, pada jaman kekaisaran Romawi kota ini bernama Adrianapolis, sebuah nama dari seorang Kaisar Romawi Hadrian. Orang-orang Inggris menyebutnya dengan Adrianople, orang Bulgaria menyebutnya Odrin, orang Macedonia dan Albania menyebut dengan Edrene dan orang Serbia menyebutnya Jedrene.

Sejak jaman Yunani kuno, Edirne menjadi kota paling diperebutkan karena letak geografisnya yang strategis. Kota ini merupakan jalur utama Eropa menuju Istanbul, Bosphorus dan Asia. Sehingga karena posisinya ini tak kurang dari 16 pertempuran besar pernah terjadi di Edirne.

Dan terhitung sejak tahun 1365 - 1453 kota Edirne menjadi ibukota Kekaisaran Ottoman sebelum jatuhnya Konstantinopel ke tangan Turki. Bahkan setelah Konstantinopel menjadi ibukota, Edirne masih menjadi kota terpenting dan menjadi semacam ibukota kedua bagi Kekaisaran Ottoman saat itu. Pada tahun 1700-1750, Edirne pernah menjadi kota terbesar keempat di Eropa, dengan populasi penduduk sekitar 350.000 orang.

Transportasi ke Edirne

Kunjungan ke luar kota Istanbul ini kami lakukan pada hari 3 liburan kami. Sebenarnya waktu itu kami berangkat agak kesiangan. Pukul 9.00 pagi baru keluar dari hotel. Untuk day trip disarankan berangkat sepagi mungkin agar leluasa berkeliling kota ketika berada di sana. Tapi anggota kami 5 orang termasuk 3 anak jadi ya untuk berangkat pagi-pagi sekali agak mengalami kesulitan, karena persiapannya yang cukup ribet. Ya sudahlah... daripada tidak berangkat sama sekali.



Ada 2 alternatif transportasi menuju Edirne, dengan kereta atau dengan bus. Menurut resepsionis hotel, kalau dengan kereta memakan waktu sekitar 4 jam dengan jadwal yang sudah ada yaitu 2 kali sehari, jam 8.30 pagi dan 3.50 sore berangkat dari stasiun Sirkeci jadi untuk day trip tentu tidak disarankan. Sedangkan dengan bus hanya membutuhkan waktu sekitar 2,5 jam dengan interval keberangkatan setiap 30 menit. Pihak hotel menawari kami car rental, tapi tidak kami ambil karena mahal banget, 300 Euro sehari.

Kami memutuskan naik bus saja yang jelas lebih fleksibel. Dari Sultanahmet, kami naik taxi menuju Otogar, jangan menyebut bus station untuk terminal bus, sopir taxi pasti akan sedikit kebingungan (sopir taxi jarang bisa berbahasa Inggris). Cukup jauh jaraknya, memakan waktu sekitar 30 menit dan ongkos taxi yang harus kami bayar adalah 55 TL.

Karena waktu kami sudah mepet jadi untuk menghemat waktu kami memutuskan menggunakan taxi walaupun lumayan mahal. Jika naik Tramvay dan Metro cukup mengeluarkan ongkos total 4 TL saja per orang. Dari stasiun Sultanahmet naik T1 turun di interchange Zeitinburnu lalu naik M1 (jalur merah) ke arah Otogar. Atau dari Sultanahmet (T1) turun Aksarai lanjut dengan M1 ke Otogar.

Terminal bus di Istanbul cukup luas, karena melayani ke berbagai jurusan ke seluruh wilayah Turki termasuk di bagian Asia. Masing-masing jurusan dikelompokkan dengan nomor. Misalnya bus jurusan Edirne di terminal nomor 103-116, jurusan Cappadocia di terminal nomor 8 - 59 dan lain sebagainya. Sempat bingung waktu ditanya oleh sopir taxi, mau ke terminal nomor berapa? Akhirnya kami sembarang turun saja, lalu menanyakan pada seorang polisi terminal untuk bus jurusan Edirne.

Ada 2 perusahaan bus besar yang melayani rute Istanbul-Edirne yaitu Metro dan Ulusoy. Kebetulan kami memilih bus Metro kemudian segera membeli tiket. Waktu menunjukkan jam 9.45 dan bus berangkat jam 10.00, untunglah tidak terlalu lama menunggu. Harga tiket per orang adalah 25 TL tapi untuk anak-anak dibawah 12 tahun hanya dikenakan 18 TL saja. Kami langsung membeli tiket 2 way, kami pikir dapat diskon ternyata sama saja harganya hehehe.... rencananya kami kembali jam 17.00.

Sepanjang perjalanan, cuaca tidak cukup baik waktu itu, mendung disertai gerimis. Melewati jalan tol yang relatif sepi sehingga melancarkan perjalanan. Pemandangan lahan pertanian modern khas Eropa sungguh membuat perjalanan 2,5 jam itu tidak membosankan. Kata suami yang pernah berkunjung ke Perancis, di luar kota Perancis pemandangannya persis seperti ini. Uniknya selama perjalanan, saya yang kebetulan di sisi jendela hampir tidak pernah berpapasan dengan mobil pribadi mungkin hanya 2 kali saja saya menemuinya. Saya jadi berpikir, mungkin karena pelayanan angkutan umumnya sebagus ini atau karena harga bensin di Turki mahal ya...?

Sampai di Edirne Otogar waktu menunjukkan jam 12.20 lebih cepat 10 menit dari perkiraan. Suhu udara waktu itu cukup dingin ditambah dengan hujan kecil disertai angin. Edirne rupanya berada di dataran tinggi, tak heran suhu udaranya lebih dingin dari Istanbul. It's trully Europe... Kita di Eropa sekarang!! Teriak saya (dalam hati). Jika di Istanbul kita masih bisa melihat aroma Asia, tapi di Edirne kita benar-benar berada di Eropa. Dan sebenarnya selangkah lagi kalau punya visa Schengen bisa menyeberang ke Yunani atau Bulgaria.

Untuk menuju pusat kota, perusahaan bus besar seperti Metro dan Ulusoy menyediakan shuttlebus gratis. Sempat bingung mencari shuttlebus gratis itu, dan beberapa kali menanyakan pada petugas tapi nggak nyambung karena bahasa yang tidak kami mengerti. Untunglah ada petugas yang mengerti maksud kami, sehingga kami menunggu sekitar 10 menit sampai busnya datang.



Suasana kota tidak sepadat dan seramai Istanbul. Kontur tanahnya berbukit-bukit sama dengan Istanbul. Saya rasa mirip kota Malang di Jawa Timur deh.. hehehe.. (Wisata Turki)

Buang Air Kecil Seharga Rp 12 ribu di Turki

Buang Air Kecil Seharga Rp 12 ribu di Turki - Toilet umum di Indonesia sering kita temukan terutama ditempat-tempat publik seperti pusat perbelanjaan, tempat rekreasi, pom bensin, pasar dan sebagainya. Sedangkan tempat ibadah seperti masjid bisa dipastikan selain tempat berwudhu juga ada toiletnya. Dari toilet yang sangat bersih sampai toilet jorok, dari mulai yang gratis sampai yang harus bayar. Yang jelas kita nggak perlu bingung  jika tiba-tiba di tengah perjalanan kita ingin buang air kecil, karena toilet umum banyak bertebaran.



Waktu kami jalan-jalan ke Hongkong, mencari toilet umum susahnya minta ampun (apa karena nggak tau ya?) jadi kami sering sekali menyuruh anak-anak menahan buang air kecil. Apalagi waktu kami ke sana saat musim dingin. Bisa dibayangkan betapa seringnya anak-anak merengek karena kebelet pipis, lalu kami bertanya ke sana kemari menanyakan di mana toilet umum berada.

Di Istanbul saat ini masih masuk musim semi, suhu udara berkisar antara 12-20 derajat celcius. Hujan masih sering turun saat kami berada di sana Mei lalu. Dengan suhu udara seperti itu ditambah hujan yang sering turun, tubuh akan minim memproduksi keringat dan akibatnya jadi sering banget ke toilet untuk buang air kecil.

Masalah ini akan lebih sering terjadi pada anak-anak termasuk ketiga anak kami, karena mereka seringkali tidak bisa menahan untuk tidak lebih sering buang air kecil. Sebenarnya sih sering buang air kecil bukan sebuah masalah, daripada ditahan-tahan nanti jadi penyakit. Masalahnya kalau pas di jalan, lalu tiba-tiba ingin buang air kecil, maka ya harus segera cari toilet umum.

Memang sih nggak susah cari yang namanya toilet umum yang dalam bahasa Turki disebut tuvalet. Tapi untuk menggunakan toilet-toilet itu ternyata tidak gratis. Kalau di Indonesia mungkin toilet yang tidak gratis hanya beberapa tempat saja. Umumnya merupakan fasilitas yang disediakan untuk pengunjung terutama di pusat-pusat perbelanjaan atau di pom bensin.



Tapi di Istanbul, hampir semua toilet harus bayar alias nggak gratis tidak terkecuali di area masjid. Di lingkungan masjid yang gratis cuma wudhu saja, kalau pengen ke toilet ya harus bayar. Rata-rata sih bayar 1.50 TL tapi di beberapa tempat malah bayar 2 TL yang kalau dikurskan  hampir Rp. 12.000 mahal banget kan...  Bayangkan kalau sehari BAKnya sampai 10 kali. Makanya saya kerap berpesan sama anak-anak sebelum keluar hotel,"Hayoo... pipis dulu ya, di sini kalo pipis bayarnya mahal..." hehehe..

Soal tingginya living cost di Turki sudah kami dengar dari beberapa teman yang sudah pernah pergi ke sana. Harga makanan, transportasi dan barang-barang lain harganya cukup tinggi dibandingkan dengan Kairo terutama dengan Indonesia. Yah, rata-rata biaya hidup di daratan Eropa memang serba mahal begitu kata suami yang pernah ke Paris beberapa tahun lalu.

Dan begitu cintanya sama rupiah, pergi kemanapun otak saya otomatis mengkonversikan mata uangnya menjadi rupiah, jadi ya kelihatan mahalnya :)
(Wisata Turki)

Ayasofya, Saksi Jatuhnya Konstantinopel

Ayasofya, Saksi Jatuhnya Konstantinopel - Saya amat penasaran dengan bangunan ini sejak lama. Melihat beberapa gambarnya membuat saya bertanya-tanya sesungguhnya bangunan ini gereja atau masjid?? Rasa penasaran itu seakan terbayar ketika saya mengunjunginya Mei 2012 lalu. Ya, Hagia Sophia atau orang Turki menyebutnya Ayasofya adalah landmark Istanbul. Saya yang sebelumnya tidak tertarik membaca sejarah bangunan megah itu, menjadi sangat ingin mengetahuinya lebih jauh.



Ayasofya adalah sebuah bangunan penuh sejarah, menjadi saksi dari sekian banyak kisah. Kisah paling dramatis adalah saat Konstantinopel jatuh ke tangan Turki Usmani.

Ayasofya berasal dari bahasa Yunani yang berarti Kebijaksanaan Suci. Digunakan sebagai gereja selama 916 tahun sejak dibangun tahun 537 dan beralih fungsi sebagai masjid selama 481 tahun. Dirancang oleh para ilmuwan Yunani yaitu Isidorus seorang Fisikawan dan Anthemius yang seorang ahli Matematika. Atas perintah Kaisar Justinian Bizantium bangunan gereja itu berdiri.

Kubah bangunan ini memiliki tinggi 55,6 meter dan dianggap sebagai lambang arsitektur Bizantium dan juga menjadi katedral terbesar di dunia selama hampir 1000 tahun. Sebenarnya pada tahun 360, Kaisar Constantine pernah membangun sebuah bangunan besar bernama Megalo Ekklesia (the Great Church) di tempat Ayasofya berdiri saat ini, namun terbakar pada tahun 404, lalu baru pada tahun 537 dibangun AyaSofya.

Sejarah Berdirinya Constantinopel

Konstantinopel, merupakan ibukota Kekaisaran Romawi Timur. Dalam sejarahnya, ibukota Romawi Timur sebelumnya adalah Nikomedia di Anatolia. Lalu sejak tahun 330 berpindah ke Byzantium dan akhirnya berganti nama menjadi Constantinopel.

Romawi Timur merupakan kekuatan terbesar ekonomi, budaya dan militer di Eropa. Wilayah kekuasaannya membentang dari Armenia (sebelah barat Turki) sampai ke Calabria di Italia Selatan juga sebagian Afrika termasuk Mesir. Kekaisaran Romawi terbagi menjadi barat dan timur pada sekitar tahun 395 setelah kematian Theodosius I yang merupakan kaisar yang memerintah seluruh Romawi.

Pembagian ini cukup penting karena di dasari oleh persamaan bahasa, di Romawi Barat penduduknya menggunakan bahasa Latin sedangkan Romawi Timur menggunakan bahasa Yunani. Tapi ternyata pemisahan ini menggerogoti persatuan kekaisaran Romawi saat itu.

Konstatinopel yang merupakan ibukota Romawi Timur merupakan wilayah strategis bagi jalur perdagangan bangsa-bangsa Eropa. Letaknya yang berada di jalur darat dari Eropa ke Asia serta jalur laut dari laut Hitam ke Laut Mediterania. Kota ini juga memiliki pelabuhan terbesar yang dijuluki sebagai Tanduk Emas karena bentuk semenanjung yang menyerupai tanduk.

Karena letak geografisnya yang strategis ini hampir selama abad pertengahan Konstatinopel menjadi kota terbesar dan termakmur di Eropa. Kota ini didirikan oleh Kaisar Konstantinus I pada tahun 330 (sebelumnya bernama Bizantium). Didisain untuk menjadi sebuah kota metropolis seperti kota Roma, fasilitas-fasilitas umum dibangun seperti alun-alun, jalan raya, saluran air, bahkan hipodromos (tempat pacuan kuda) yang menampung hingga 80.000 penonton dibangun di kota ini.

Jatuhnya Konstantinopel

Pada tahun 1450, ketika wilayah kekuasaan Turki Usmani semakin meluas di wilayah Balkan, posisi Romawi Timur hanya tersisa di Konstantinopel. Posisi yang tidak menguntungkan sebenarnya karena terjepit di Barat dan Timur, namun karena letak Konstantinopel yang strategis, maka Kaisar Constantine XI bersikeras mempertahankannya.

Ketika Sultan Mehmet II yang saat itu berusia 21 tahun naik tahta menggantikan ayahnya Sultan Beyazid I memberikan tawaran pada sang Kaisar Romawi untuk menyerahkan Konstatinopel. Sang Kaisar akan diberikan wilayah kekuasaan menjadi gubernur di Yunani dengan membawa seluruh harta kekayaannya serta dijamin keselamatannya asalkan mau meninggalkan Konstantinopel. Namun tawaran itu ditolak mentah-mentah oleh sang Kaisar.

Penolakan itu serta merta mengakibatkan perang besar di kota ini pada tahun 1453. Diawali dengan pengepungan Konstantinopel pada 6 April 1453 di segala penjuru. Sang Sultan muda menggunakan meriam raksasa, senjata yang relatif baru pada masa itu untuk merobohkan benteng yang dibangun mengelilingi kota Istanbul.

Sebenarnya perang ini tidak seimbang, bayangkan saja tentara Konstantinopel saat itu hanya berjumlah sekitar 7.000 tentara sedangkan kekuatan pasukan Turki Usmani mencapai 100.000 tentara. Walaupun sudah dikerahkan penduduk Konstantinopel yang berjumlah 50.000 orang tetap saja tidak bisa mengimbangi kekuatan pasukan Turki waktu itu. Namun kuatnya benteng menjadi masalah tersendiri hingga menyebabkan Sultan Mehmet II merencanakan penyerbuan yang lebih masif.

Tanggal 28 Mei 1453, serangan besar-besaran dimulai sejak tengah malam. Warga kota semakin menyadari bahwa kekalahan sudah di depan mata. Lonceng-lonceng gereja dibunyikan, ribuan orang berkumpul di Ayasofya untuk melakukan misa perpisahan. Sebagian menyanyikan hymne suci, sebagian menangis dan sebagian yang lain saling bermaaf-maafan, rakyat Konstantinopel menyadari saat kematian akan segera tiba. Dalam prosesi malam itu, sang Kaisar juga berpidato di depan para panglima perangnya mengatakan bahwa dia akan ikut berjuang sampai titik darah penghabisan demi mempertahankan Konstantinopel.

Dini hari tanggal 29 Mei 1453, pertempuran besar terjadi sehingga menyebabkan benteng kota yang kokoh itu akhirnya mampu ditembus oleh pasukan Turki Usmani. Kota Konstantinopel jatuh di tangan Sultan muda Mehmed II.

Siang hari, Sultan muda itu memasuki kota yang telah luluh lantak lalu memerintahkan untuk mengakhiri pembunuhan. Sultan muda, penguasa baru kota Konstantinopel itu juga mengatakan pada penduduk kota, untuk beraktifitas seperti biasa seperti sebelum terjadi perang, juga beribadah sesuai dengan keyakinan masing-masing.

Tidak ada pengrusakan bangunan apapun, termasuk gereja Ayasofya. Hanya saja Sultan Mehmed II memutuskan untuk merubah fungsi bangunan gereja itu menjadi sebuah masjid. Bangunan tidak diubah sedikitpun kecuali interiornya ditambah dengan mimbar untuk khotbah dan kaligrafi di sekeliling bangunan dan eksteriornya ditambah dengan 4 menara. Resmi dipakai sebagai masjid dan madrasa sejak tanggak 3 Juni 1453.

Ayasofya Saat Ini

Masuk ke dalam bangunan masjid yang sudah menjadi museum sejak tahun 1934 ini kita harus membayar tiket seharga 25 TL dan gratis untuk anak-anak usia 0 -12 tahun. Boleh membawa kamera, tapi tidak boleh membawa tripod. Benda ini harus dititipkan dibagian pemeriksaan, kita bisa mengambilnya lagi setelah keluar.



Ayasofya terdiri dari 2 lantai. Lantai dasar yang juga merupakan main hall yang dulu digunakan sebagai tempat ibadah, ornamen-ornamen gereja seperti gambar Yesus masih ada dalam bangunan ini berdampingan dengan kaligrafi Islam seperti lafadz Allah dan Muhammad serta beberapa tulisan kaligrafi lainnya seperti halnya dalam sebuah masjid. Uniknya, bangunan Ayasofya ini sudah nyaris menghadap ke arah kiblat, jadi tidak perlu lagi merubah tempat mihrab tempat imam hanya sedikit saja menggeser arahnya beberapa derajat.

Untuk menuju lantai 2, anda akan melewati lorong berukuran tinggi orang dewasa dan lebar sekitar 1,5 - 2 meter. Jangan khawatir capek untuk naik ke atas karena jalan menuju ke sana bukan berupa tangga tapi ramp yang landai. Di lantai 2, terdapat gallery. Nuansa gereja masih kental di sini, mozaik-mozaik kuno bergambar Bunda Maria dan Isa juga Kaisar Constantine dan istrinya bisa kita saksikan.

Dari lantai 2 ini kita juga bisa dengan leluasa menyaksikan kemegahan interior Ayasofya. Dari lantai inilah biasanya para fotografer mengambil gambar Ayasofya dari berbagai angle.

Yang jelas, dari Ayasofya saya bisa sedikit bisa mengambil gambaran bahwa Sultan Mehmed II itu adalah raja yang toleran. Walaupun sudah memenangkan peperangan namun beliau tidak serta merta menghancurkan dan memusnahkan bangunan peninggalan kerajaan sebelumnya yang non Islam termasuk gereja besar Ayasofya. Sejarah telah merekamnya....(Wisata Turki)