Showing posts with label Cappodocia. Show all posts
Showing posts with label Cappodocia. Show all posts

Cappadocia, Kota yang Romantis di Turki

Cappadocia, Kota yang Romantis di Turki - Alarm bunyi, langit tampak mulai cerah, matahari masih belum muncul, mata masih ngantuk dan terdengar suara seperti gas terbakar diatas tenda saya menginap. Ternyata telah banyak balon udara lepas landas. Pagi ini 14 derajat selsius dan saya harus segera menuju tanah lapang, mengejar sunrise sambil melihat pemandangan bukit batu dan puluhan balon di udara, ya saya sudah di Cappadocia Turki, negara ke-8 Wheel Story season 3.


Memang cukup berat waktu meninggalkan Iran, diperbatasan sampai polisi menyalami saya dan ucapkan 'good bye' serasa saya akan benar-benar tak akan ke Iran lagi, padahal negara itu sangat Indah dan bersahabat. Kami sudah janji akan datang ketika winter agar bisa bermain salju lembut di Tachol Tehran.

Dan saya pun memacu motor ketika paspor dan Carnet di cap selepas masuk turki, sebelah kanan tampak gunung menjulang tinggi dan tunggu dulu!! masih ada salju diatas gunung padahal masih musim panas, gunung itu bernama Ararat.

35 KM dari border kami singgah di Dogubayazit, kota pertama yang kami jumpa. hari sudah sore, kami pun ketemu hotel yang cocok dengan kantong petualang. Tengah malam terdengar suara gemuruh Helikopter terbang rendah mengelilingi kota, memang sore hari sebelumnya sudah terlihat helikopter militer berpatroli.


Tak apa, namun kok pagi hari kemudian kota mendadak sepi, hampir semua toko tutup, ada apa ya! saya pun tak tau karena masyarakat susah ngomong bahasa Inggris.

Lanjut ke arah barat, pemandangan yang selalu berubah-ubah, mulai perbukitan gersang, perkebunan, pedesaan, kota hingga bukit dengan pepohonan hijau. Kami berhenti disebuah tempat yang bisa kamping setelah menempuh sekitar 550 Km.

Pada jarak 35 kilo meter dari border kami singgah di Dogubayazit, kota pertama yang kami jumpai.
Dan hari berikutnya kami ngegas lagi hingga menemukan tempat yang luar biasa indahnya, Cappadocia! daerah ini merupakan tujuan wisata populer, karena mempunyai banyak tempat dengan ciri geologi, sejarah dan budaya unik.

Mulai sunrise hingga sunset benar-benar sangat romantis.(Wisata Turki)

Kota Unik Goreme, Turki

Kota Unik Goreme, Turki  - Kota Goreme sangat unik. Kota ini terletak di lembah di daerah Cappadocia. Di sini, terdapat banyak sekali bukit yang terbentuk dari letusan gunung berapi jutaan tahun yang lalu.



Di bukit-bukit ini, terdapat gua-gua yang dulunya dijadikan tempat tinggal dan gereja. Dulunya, daerah ini merupakan tempat persembunyian umat Kristen dari kejaran tentara Romawi. Mereka bersembunyi di gua-gua batu. Kini, beberapa gua itu sudah dijadikan hotel. Di dalamnya, terdapat kamar-kamar mungil. Para wisatawan dapat menginap dengan nyaman di sini. Gua-gua yang dulunya gereja, juga masih terawat dengan baik.



Evil Eye 
Tak jauh dari Kota Goreme, ada lembah bernama Pigeon Valley (Lembah Merpati). Di tempat ini, ada sebatang pohon yang dipenuhi hiasan-hiasan bulat berwarna biru. Hiasan-hiasan ini disebut evil eye (mata setan.) Sebagian masyarakat Turki percaya, bahwa evil eye adalah jimat yang bisa menjauhkan mereka dari hal-hal yang jahat.



Kita bisa melihat evil eye di hampir setiap rumah, toko, restoran, kendaraan, bahkan di pesawat udara Turki. Ukurannya pun bermacam-macam. Ada yang besar sebagai hiasan dinding, ada pula yang mungil sekali sebagai mata cincin.



(Wisata Turki)

Naik Balon Udara di Cappadocia, Turki

Naik Balon Udara di Cappadocia, Turki -  Terbang naik balon udara bisa menjadi aktivitas liburan menyenangkan di Cappadocia, Turki. Selama terbang, traveler bisa melihat indahnya Cappadocia yang unik sambil menikmati udara segar yang berhembus di sana.


Dari awal kami sudah diinformasikan mengenai kunjungan wisata Cappadocia, Turki. Dan yang paling ditunggu-tunggu adalah naik balon udara. Dari beragam informasi yang kami dapatkan, harga untuk naik balon udara sekitar USD 200-250 (Rp 2,8-3,5 juta) per orang.

Tentu saja cukup mahal karena faktor keamanan dan keselamatan penumpang adalah nomor satu. Tidak sembarang orang boleh menerbangkan balon udara, sang pilot harus mempunyai sertifikat dengan jam terbang yang memenuhi syarat internasional.


Setibanya di Cappadocia, pemandu tur kami memberikan informasi bahwa harga untuk naik balon udara yaitu USD 220 (Rp 3,1 juta) per orang dan sudah diberikan hargadiskon karena grup. Besok paginya, pukul 04.30 kami sudah dibangunkan oleh pihak hotel. Udara dingin yang menusuk badan mengurungkan niat kami untuk mandi pagi.

Setelah mencuci muka dan menggosok gigi serta berganti pakaian yg lebih tebal, kami segera menuju ke lobby hotel. Di luar masih gelap, dan udara musim semi yang dingin segera menerpa setiap relung tubuh kami. Tidak lama berselang, mobil penjemput telah tiba.

Dari hotel kami dibawa ke suatu tempat, entah dimana lokasinya. Cukup jauh juga dan ditempuh dalam waktu 30 menit dari lokasi hotel kami menginap. Tibalah kami di sebuah tanah lapang dan terlihat balon udara yang dipanaskan.

Sang pilot menyapa kami dan memperkenalkan diri. Ia seorang warga negara Australia yang bekerja sebagai pilot balon udara. Setelah berkumpul semua, ia memberikan briefing bagaimana posisi kami ketika akan naik dan turun dari balon udara, serta apa saja yang harus diperhatikan selama berada didalam kantong balon udara.

Satu kantong memuat maksimal 20 orang saja. Satu persatu kami menaiki balon udara dan berpencar diposisi masing-masing. Tidak lama kemudian, balon udara kami mulai terbang, perlahan-lahan posisi kami semakin tinggi, hingga terlihat puluhan balon udara terbang diseantero Cappadocia. Menakjubkan!

Matahari semakin lama semakin terlihat begitu indah dari kejauhan. Pucuk-pucuk bukit kapur tampak seperti rumah hobbit di dalam film. Decak kagum puluhan orang segera terdengar dan bunyi kamera terdengar silih berganti untuk mengabadikan momen yang menakjubkan, bahkan mungkin tidak bisa diucapkan dengan kata-kata.

Hampir 1 jam kami sudah mengelilingi Cappadocia. Lambat laun perkebunan anggur dan pohon zaitun sudah terlihat jelas. Matahari sudah hampir tinggi dan hawa dingin masih menerpa kami.

Ada dua mobil dibawah kami yang mengejar balon udara yang kami tumpangi. Ketika akan turun, para penumpang harus memegang tali yang di dalam keranjang dan semua aktifitas foto2 harus dihentikan. Ada perasaan khawatir ketika balon udara turun tanah, tetapi semua sirna karena operator balon udara memang sudah profesional.

Setelah balon udara berhasil ditambatkan dan para penumpang turun dengan selamat, kami disuguhkan champagne dan makanan kecil khas turki. Bagi yang tidak suka minum alkohol, disediakan juga minuman non alkohol. Setelah selesai makan dan minum, operator membagikan sertifikat balon udara.

Akhirnya kesampaian juga naik balon udara di Turki. Saya juga ingin naik balon terbang di atas gunung bromo atau lokasi menawan lainnya di Indonesia. Semoga bisa segera terwujud! (Wisata Turki)

Mampir Ke Pabrik Karpet Turki

Mampir Ke Pabrik Karpet Turki - Selain wisata religi dan alam, selama liburan di Turki traveler juga bisa mampir ke pabrik karpet. Selama di sana, traveler bisa melihat proses pembuatan karpet Turki yang kualitasnya oke punya.


Dalam tradisi Turki, apabila seorang keluarga ada yang menikah maka karpet adalah salah satu hadiah yang pas untuk pernikahan. Bahkan apabila ada seorang gadis yang ingin menikah, ia hanya memberikan kode kepada orangtuanya dengan minta dibelikan karpet.

Dengan cara itulah, kedua orangtuanya tahu bahwa anak gadisnya sudah siap untuk menikah. Karpet di Turki memang merupakan salah satu benda penting dalam tradisi keluarga di negara tersebut.

Kawasan Cappadocia terkenal sebagai penghasil karpet dan keramik kualitas unggulan. Di sini industri karpet dijadikan tempat wisata yang menarik. Para wisatawan di bawa masuk ke dalam tempat pembuatan karpet yang didesain begitu menarik.

Di dalamnya wisatawan bisa menyaksikan ibu-ibu sedang memintal benang dan bagaimana untaian benang yang ratusan dan bahkan ribuan bisa menjadi karpet yang indah. Satu karpet kecil bisa dibuat minimal 3 bulan hingga setahun lebih.


Semua yang hadir bisa melihat bagaimana kepompong dari ulat sutera direbus dan dipintal hingga menjadi benang sutera kualitas terbaik. Kemudian benang tersebut dibuat menjadi karpet. Tetapi, tidak semua karpet terbuat dari benang sutera, ada juga yang tersebut dari kapas atau wol.

Penjual menjelaskan perbedaan karpet buatan mesin dan karpet buatan tangan. Ada karpet yang 100% dari benang sutera atau campuran dari kapan atau wol. Untuk satu karpet kecil dari benang sutera dihargai USD 1500 (Rp 20,6 juta), sungguh harga yang fantastis.

Untuk karpet tua akan semakin mahal harganya. Semakin tua umur karpet tersebut dan semakin sering diinjak, maka benang-benang di dalam karpet tersebut semakin mengikat erat dan kuat. Jadi itulah sebabnya karpet tua menjadi sangat mahal di Turki selain karena nilai historisnya.


Pembeli tinggal memilih desain karpet yang diinginkan dan bisa dikirim langsung ke negara tujuan. Tanpa perlu repot-repot memikirkan pengirimannya.

Kalau diajak berkunjung ke toko karpet oleh biro perjalanan, apabila tidak ingin membeli jangan coba-coba menawar. Sebabnya, para sales akan mengejar hingga ke dalam bus.(Wisata Turki)

Kota Bawah Tanah di Cappadocia, Turki

Kota Bawah Tanah di Cappadocia, Turki - Cappadocia di Turki memang terkenal dengan kota bawah tanahnya yang unik. Dari gua-gua yang mengagumkan hingga gereja yang begitu indah bisa ditemukan di bawah tanah Cappadocia. Keren!



Menyusuri bentang alam turki memang tidak ada habisnya. Mulai dari pegunungan dan lembah hijau hingga perbukitan yang tandus dan panas, serta puncak gunung yang masih tertutupi oleh salju abadi di akhir musim semi.

Untuk berkunjung ke kota Cappadocia dibutuhkan perjalanan darat yang cukup jauh dan melelahkan dari Istanbul, Turki. Transportasi yang bisa digunakan mulai dari pesawat terbang, kereta api hingga bus serta rental mobil. Jalanan yang mulus di seluruh kota Turki patut diacungkan jempol.

Kali ini kami dibawa untuk berkunjung ke kota bawah tanah. Menurut sejarah kawasan Cappadocia dulunya merupakan gunung berapi. Akibat letusan dahsyat kawasan ini banyak dipenuhi oleh batuan basalt yang rapuh.

Gua-gua yang ada saat ini, sudah digunakan sejak abad 7-8 sebelum Masehi. Di masa pemerintahan Byzantium, penduduk mulai menggali gua-gua bawah tanah sebagai tempat perlindungan untuk menghindari serbuan tentara Romawi.

Para pendeta dan penduduk Kristen di Cappadocia banyak yang melarikan diri karena mengalami penindasan di zaman kaisar Romawi. Sehingga mereka banyak menggali rumah di bawah tanah sebagai tempat perlindungan.

Memasuki ruang bawah tanah harus melalui sebuah pintu kecil yang terbuat dari batuan basalt. Di dalamnya ada tangga yang akan membawa wisatawan ke dalam ruang tidur, ruang makan, dapur dan gudang penyimpanan makanan di musim dingin.

Tinggi bangunan rata-rata sekitar 1,7-2 meter dan bisa ditempati sampai 20 orang. Anehnya, ketika hawa panas di luar sangat menyengat, udara di dalam gua sangatlah nyaman.

Udara dingin segera menerpa masuk ke dalam ruangan, tetapi ketika di musim dingin tiba ruangan tersebut berubah menjadi hangat. Ternyata batuan basalt bisa menyerap panas dan menyimpan energi panas.

Kini, beragam ruangan bawah tanah tersebut dijadikan tempat wisata. Dan kawasan ini dijaga sebagai museum hidup. Hanya satu atau dua keluarga Kristen yang masih menempati ruang-ruang di gua bawah tanah tersebut.



Di luar gua, banyak penduduk lokal yang menjajakan boneka buatan tangan seharga 5 Lira Turki (Rp 23 ribu). Cocok untuk dijadikan oleh-oleh keluarga di Tanah Air.(Wisata Turki)